Berita dan Informasi

AKPY-STIPER Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa D1 Beasiswa BPDPKS

AKPY-STIPER Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa D1 Beasiswa BPDPKS

Salam Sawit Indonesia, Industri sawit tidak dapat dilepaskan dari dukungan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebagai industri padat karya, komoditas ini mengandalkan kemampuan pekerja dalam upaya peningkatan produkvitas dan memaksimalkan profitabilitas. Sumberdaya manusia (SDM) di perkebunan sungguh menentukan performa manajemen kebun, mengingat pada awalnya perkebunan adalah industri padat karya. Bahkan SDM Perkebunan atau sering disebut Planter perlu memiliki kompetensi khusus karena harus bekerja dengan kondisi sumberdaya yang sebagian sulit dikontrol. Harus diakui kebutuhan kompetensi SDM di perkebunan kelapa sawit terus berubah sesuai tantangan dan permasalahan lapangan serta kebutuhan manajamen kebun.  Awalnya seorang planters cukup memiliki kompetensi teknis agronomis, dalam perkembangan selanjutnya muncul isu-isu terkait lingkungan. Lalu kebutuhan kompetensi seorang planters perlu ditambah dengan kompetensi tata kelola, lingkungan, dan sosial. Sekarang ini, SDM pekebun juga dipersyaratkan dapat beradaptasi dengan penggunaan teknologi digital. Sebagian besar perkebunan sawit terutama yang dikelola grup besar telah mengikuti perkembangan teknologi seperti digitalisasi, IoT, dan artificial intelligence. Untuk itu, pekerja sawit tidak dapat menghindari dari aplikasi teknologi. Rubrik Sajian Utama mengulas AKPY–STIPER yang mengadakan uji kompetensi profesi mandor kepada SDM DAN DIGITALISASI SAWIT mahasiswa program D-1 Beasiswa BPDPKS. Kegiatan uji kompetensi dijalankan kepada mahasiswa Diploma I program studi Perawatan Tanaman Kelapa Sawit dan Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit. Peserta uji kompetensi ini adalah mahasiswa yang akan lulus atau usai menjalankan program magang di perusahaan atau di perkebunan sawit rakyat. Kegiatan uji kompetensi yang diikuti mahasiswa AKPY – STIPER untuk okupasi Mandor Tanaman Kelapa Sawit mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dari Kementerian Tenaga Kerja (Permenaker No 414 tahun 2015) dan Peraturan Menteri Pertanian tentang Jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Tenaga Kerja Bidang Perkebunan Kelapa sawit. Itu sebabnya, sertifikasi bagi calon mandor ini menjadi penting bagi mahasiswa D-1. Rubrik Hot Issue edisi ini mengulas penerapan digitalisasi di perkebunan sawit yang sudah menjadi kebutuhan. Dukungan dari perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dan solusi ICT seperti PT Link Net Tbk dapat dimanfaatkan bagi pengembangan digitalisasi. Kualitas jaringan internet PT Link Net Tbk tidak perlu diragukan karena didukung Kacific sebagai operator satelit. Pembaca kami ucapkan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada Majalah Sawit Indonesia. Sebagai informasi Majalah Sawit Indonesia akan hadir menjadi peserta pameran Indonesian Palm Oil Confrence (IPOC) yang dijadwalkan 2-4 November di Nusa Dua. Kami tunggu kehadiran Bapak/ Ibu berkunjung ke booth kami

27/10/2022 (14:20)
Admin
Dibaca: 71x