Artikel Pendidikan

Palm Wound Medicine

Palm Wound Medicine

Artikel ini merupakan hasil inovasi oleh Mahasiswa AKPY yang terdiri dari :Asmaul Habib Hasibuan, M.Taufik Ardika Prihatin, Wawan Bayu Prasetio, Nur Anum Kawunganten dan Jesica silitonga. Tim ini meraih penghargaan Silver Medal dalam Awarding Ceremony Agile 2021 oleh AKIA.

OVERVIEW

Proses pengeloaan kelapa sawit menghasilkan pruduk Crude Plam Oil (CPO) yang terdapat di daging buah (mesocarp) dan minyak plam karnel oil (PKO) yang terdapat di inti sawit. Pengolaan CPO telah dikembangkan untuk menghasiknan minyak sawit mentah atau Red Plam Oil (RPO). RPO yang diproduksi memiliki kurang dari 0.1 persen asam lemak bebas, lebih dari 80 persen karoten dan vitamin E asli yang semula ada di dalam CPO. Namun, dalam pengembangan RPO masih terbatas dibidang indrustri pangan sedangkan dibidang farmasi masih minim pemanfaatannya padahal sangat potensial sebagai bahan baku obat-obatan khususnya obat penyembuh luka yang sering terjadi di lapangan seperti luka sayat dan luka terkena duri sawit pada saat produksi ataupun aktifitas lainnya (Donald et al,.2020). Pemanfaatan RPO sebagai obat penyembuh luka dapat dikombinasikan dengan umbi-umbian seperti bawang putih. Jika RPO dikombinasikan dengan ekstrak bawang putih yang memiliki kandungan Zat allicin sebagai senyawa bio aktif akan lebih efektif dalam penyembuhan luka.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa ekstrak bawang putih sangat efektif dalam penyembuahan berbagai jenis luka. Kombinasi kandungan RPO dan ekstrak bawang putih mengandung provitamin A yang berfungsi merangsang percepatan pertumbuhan sel kulit rusak, vitamin E yang dapat menyamarkan bekas luka dan allicin sebagai bio aktif dengan zinc akan lebih efektif dalam penyembuhan luka. Namun saat ini belum ada penelitian mengenai kombinasi RPO dan ekstrak bawang putih. Berdasarkan latar belakan tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengkaji pembuatan obat luka dari kombinasi RPO dan ekstrak bawang putih serta efek obat terhadap infeksi luka dalam merangsang pertumbuhan sel kulit.

METODE

Red Palm Oil (RPO) diperoleh dari hasil buah brondolan yang telah dibersihkan kemudian disterilisasi dengan menggunakan panci untuk mempermudah pemisahan daging buah dari cangkangnya dan dilakukan pelumatan lalu di press menggunakan kain filter sehingga menghasilkan minyak mentah, kemudian dilakukan pemurnian melalui proses degumming, proses netralisasi, dan proses fraksinasi. Minyak yang diperoleh akan difraksinasi untuk memisahkan sterian dari olein yang merupakan hasil dari proses refining sehingga memperoleh RPO. Ekstrak bawang putih diperoleh dari hasil parutan bawang putih yang difilter sehingga ekstrak bawang putih terpisah dari ampasnya

Masukkan RPO dan ekstrak bawang putih ke dalam wadah hingga kedap udara, dengan perbandingan 60ml RPO dengan 25 gram bawang putih. Pencampuran dilakukan di wadah yang kedap udara agar tidak ada zat dari luar yang ikut tercampur. Namun dalam proses pencampuranya masih mengeluarkan bau tak sedap untuk mengatasi hal tersebut tanpa merusak kandunagan dari kombinasi kedua bahan dilakukan penghilangan bau dengan cara penyaringan menggunakan daun pandan yang telah dikukus, serta lakukan secara berulang sampai 3 kali penyaringan untuk mendapatkan hasil yang efektif.

HASIL

Proses pencampuran RPO dan ekstrak bawang putih menghasilkan suatu kandungan berupa Provitamin A, vitamin E, Allicin, Flavonoid, Senyawa Ajone. Senyawa-senyawa ini dapat mempercepat pertumbuahan sel kulit rusak, meredakan peradangan, menyamarkan bekas luka, mencegah pembiakan bakteri untuk mengantisipasi infeksi pada luka dan maminimalisir pendarahan. Setelah kedua bahan tersebuat diekstrak dan kemudian dicampurkan dengan menggunakan metode turbulensi (proses pencampuran senyawa cair dengan senyawa cair juga) namun masih mengeluarkan bau tak sedap, untuk megatasi hal tersebut kedua kandungan tersebut menggunakan daun pandan yang telah dikukus sehingga menghasilkan suatu produk berupa obat luka Plam Wound Medicine (Pa udine).

KESIMPULAN

Proses pencampuran RPO dan ekstrak bawang putih menghasilkan suatu kandungan berupa Provitamin A, vitamin E, Allicin, Flavonoid, Senyawa Ajone. Senyawa-senyawa ini dapat mempercepat pertumbuahan sel kulit rusak, meredakan peradangan, menyamarkan bekas luka, mencegah pembiakan bakteri untuk mengantisipasi infeksi pada luka dan maminimalisir pendarahan. Setelah kedua bahan tersebuat diekstrak dan kemudian dicampurkan dengan menggunakan metode turbulensi (proses pencampuran senyawa cair dengan senyawa cair juga) namun masih mengeluarkan bau tak sedap, untuk megatasi hal tersebut kedua kandungan tersebut menggunakan daun pandan yang telah dikukus sehingga menghasilkan suatu produk berupa obat luka Plam Wound Medicine (Pa udine).

 

28/04/2021 (10:02)
Admin