Artikel Pendidikan

PENGUKURAN DIAMETER BATANG TANAMAN JAMBU PADA  PEMBIBITAN UTAMA MENGGUNAKAN MOBILE MAPPING TANPA AWAK

PENGUKURAN DIAMETER BATANG TANAMAN JAMBU PADA PEMBIBITAN UTAMA MENGGUNAKAN MOBILE MAPPING TANPA AWAK

Artikel ini merupakan hasil inovasi dari Mahasiswa AKPY yang terdiri dari Fahmi Azrial, Sindi Arinda dan Kori Sefianto. Inovasi ini mendapatkan Bronze Medal pada Awarding Ceremony Agile 2021 oleh AKIA

OVERVIEW

Tanaman merupakan tumbuhan yang dibudidayakan dengan prosedur tertentu untuk mendapatkan hasil dan manfaat bagi kehidupan manusia. Semakin baik prosedur yang digunakan maka semakin baik pula tanaman tersebut. Selain itu, faktor yang juga mempengaruhi pertumbuhan tanaman adalah perlakuan pada pembibitan. Pembibitan merupakan tahapan awal yang sangat berpengaruh pada budidaya tanaman. Pembibitan terbagi dua tahap, yaitu pembibitan muda dan pembibitan utama. Secara umum, tahapan pembibitan utama dilakukan sekitar 12-24 bulan. Selanjutnya, tanaman akan dipindahtanamkan ke media yang lebih besar. Salah satu syarat yang digunakan sebagai acuan pemindahan tanaman ke media yang lebih besar adalah ukuran diameter batang. Selain itu, ukuran diameter batang juga mampu menentukan dosis pupuk yang harus diberikan.

Pengukuran diameter batang tanaman masih dilakukan dengan cara manual hingga saat ini. Yakni dengan menggunakan jangka sorong (Marlina, 2018). Namun, pengukuran tersebut akan memerlukan waktu yang lama dan menguras tenaga. Biasanya lama waktu yang dibutuhkan untuk mengukur diameter tanaman pada pembibitan utama adalah 2 menit. Dan untuk mengerjakan satu hektare dibutuhkan sekitar 4,8 jam. Dengan data tersebut, diasumsikan bahwa pengukuran diameter batang tanaman pada pembibitan utama secara manual sangat memerlukan waktu yang lama dan pastinya akan menguras tenaga jika dikerjakan oleh sedikit orang.

Kemajuan teknologi terutama dalam dunia pemetaan dapat membuat terobosan baru dalam efisien waktu, tenaga, dan dapat dilakukan sewaktu-waktu. Berbagai metode pemetaan untuk mendapatkan beberapa data tanaman telah banyak dilakukan, seperti pengukuran tajuk dan luas kanopi. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan data penginderaan jarak jauh, survei terestrial hingga Mobile Mapping dengan berbagai kelebihan dan akurasi. Mobile Mapping adalah wahana bergerak yang membawa sensor berupa kamera, GPS (Global Positioning System), dan perangkat penyimpanan data yang saling terintegrasi. Biasanya Mobile Mapping menggunakan wahana yang dikendarai oleh manusia, seperti mobil ataupun truk. Namun, penggunaan wahana tersebut tentunya tidak bisa diterapkan pada areal pembibitan tanaman yang memilki rute sempit. Sehingga dilakukan inovasi dengan menggunakan mobil remote control yang akan dimodifikasi menjadi Mobile Mapping untuk mengukur batang tanaman pada pembibitan utama.

TUJUAN

1. Mengetahui hasil pengukuran diameter batang tanaman jambu pada pembibitan utama dengan menggunakan Mobile Mapping tanpa awakMobil Kamera Gimbal Blok Kebun Mobile Mapping Ground Control Point Batang Titik Koordinat Foto Peta Lebar Batang Tidak Uji Akurasi Ya Selesai Akuisisi Data Pembuatan Jalur/Track Membandingkan Pengukuran Manual Image Processing

2. Mengetahui hasil akurasi pengukuran batang tanaman jambu pada pembibitan utama menggunakan Mobile Mapping tanpa awak

3. Mengetahui metode yang lebih efektif untuk pengukuran diameter tanaman jambu pada pembibitan utama dari segi waktu dan akurasi data

HASIL

Pembuatan Jalur atau Track : Setelah melakukan survei lapangan, pembuatan jalur untuk dilakukan uji coba sebanyak dua jalur tanaman jambu. Di antara baris tanaman dibuat track untuk panduan jalan Mobile Mapping.

Akuisisi Data Hasil : Hasil data yang diperoleh berupa waktu dan ukuran diameter batang yang kemudian dibandingkan cara manual dengan menggunakan Mobile Mapping. Dalam penelitian ini kami berfokus pada keakuratan hasil pengukuran yang dilakukan Mobile Mapping menghasilkan titik koordinat dan data berupa foto.

Image Processing : Dalam penelitian ini menggunakan software image processing yang terdiri dari image enhancement yaitu untuk meningkatkan kualitas gambar dan fitur tertentu sehingga keberhasilan pengolahan gambar menjadi tinggi. Hasil dari tahapan ini menghasilkan peta lebar batang.

Membandingkan Data Perbedaan : Perbedaan data antara pengukuran manual dengan pengukuran Mobile Mapping maksimum 10%. Dengan demikian, apabila keakuratan kurang dari 90% maka dilakukan akuisisi data ulang. Namun, apabila keakuratan data diatas 90% maka dianggap berhasil. Kemudian, hasil dari data yang telah dibandingkan akan diperoleh kesimpulan.

KESIMPULAN

Inovasi Mobile Mapping tanpa awak ini dapat digunakan untuk mengukur diameter batang tanaman jambu pada pembibitan utama yang dapat digunakan untuk masyarakat luas. Pengukuran dengan menggunakan inovasi Mobile Mapping dipercaya lebih efisien terhadap waktu dan tidak menguras tenaga serta mampu menjangkau areal sempit. Selain itu inovasi Mobile Mapping juga mampu meminimalisir sentuhan yang sangat berbahaya untuk penyebaran virus

 

28/04/2021 (10:07)
Admin