Telp Kantor (0274) 562-076 - SMS/Whatsapp: 0822-2545-6356

Praktik lanjutan mahasiswa AKPY dari pembuatan pupuk organik padat adalah pupuk organik cair. Pupuk organik cair dibuat dengan memanfaatkan proses pengomposan cair. Pengomposan tersebut prinsipnya sama dengan pengomposan pada pembuatan pupuk organik padat. Bahan organik yang digunakan adalah bahan organik yang berupa cairan.

Exif_JPEG_420

Praktik pembuatan pupuk organik cair ini membutuhkan bahan organik yang mampu menyediakan makanan bagi bakteri dekomposer untuk merubah material organik pada bahan organik cair menjadi pupuk yang siap untuk diaplikasikan pada tanaman. Air kelapa dan air leri (air cucian beras) digunakan sebagai bahan utama pada pembuatan pupuk organik cair ini. Air kelapa dan air leri menjadi sumber gula sebagai makanan bakteri dekomposer, selain itu juga ditambahkan gula pasir sebagai sumber energi. Bahan lain sebagai sumber nutrisi utama digunakan pupuk urea serta bioaktivator EM4 sebagai bakteri dekomposer.

Komposisi yang digunakan 250 ml air kelapa dicampur dengan 250 ml air leri kemudian ditambahkan 5 gram urea dan 50 gram gula pasir. Keseluruhan bahan dilarutkan dalam botol plastik air mineral ukuran 1500 ml. Larutan ini akan didiamkan selama 2 pekan untuk dapat digunakan sebagai pupuk organik cair yang penggunaannya dilarutkan lagi dalam air sehingga konsentrasinya tidak terlalu pekat.

Sebagai catatan, botol tersebut harus dilakukan degassing untuk mengeluarkan gas yang dihasilkan dari proses perombahan material organik. Cara lain yang dapat digunakan adalah melubangi tutup botol agar gas dapat keluar secara bebas. Proses tertutup akan membuat konsentrasi gas semakin banyak dan riskan terjadi letupan.

Share This