Ungaran, SAWIT INDONESIA – Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY ‘STIPER’) kembali melangsungkan kegiatan praktik lapangan untuk mahasiswanya. Praktik lapangan ini disebut Learning Factory sebagai kegiatan wajib bagi mahasiswa.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Learning Factory 2026 ini diadakan di laboratorium kebun KP2 Ungaran (SEAT STIPER), kebun milik yayasan (YPKPY) yang menaungi INSTIPER Yogyakarta dan AKPY ‘STIPER’. Kegiatan Learning Factory AKPY ‘STIPER’ 2026, dilaksanakan sejak 11 Januari – 16 Februari 2026, diikuti oleh mahasiswa program D1 (prodi Pembibitan kelapa Sawit dan Pemeliharaan kelapa Sawit), dan D2 (Teknik Pengolahan Kelapa Sawit dan Budi Daya Kelapa Sawit).
Theofilus Tejo Murti, S.P., M.Si selaku Ketua Pelaksana Learning Factory 2026 sekaligus Dosen AKPY ‘STIPER’, menyampaikan sebagai institusi pendidikan vokasi (AKPY ‘STIPER’), memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja di bidang perkebunan.
“Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, diperlukan suatu pendekatan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pada penguasaan teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik secara langsung dan berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Salah satu bentuk implementasi pembelajaran tersebut adalah melalui kegiatan Learning Factory,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sawitindonesia.com.
Diungkapkan Theofilus, kegiatan Learning Factory merupakan model pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk mensimulasikan proses kerja nyata di sektor perkebunan kelapa sawit.
“Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa AKPY ‘STIPER”, baik Program Diploma 1 (D1) maupun Diploma 2 (D2), sebagai bagian integral dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Pada pelaksanaan kegiatan di lapangan terbagi menjadi tiga kloter, dengan rincian kloter pertama (199 Mahasiswa), Kloter 2 (206 Mahasiswa), dan Kloter 3 (163 Mahasiswa). Masing-masing kloter melaksanakan kegiatan 10 hari kerja,” ungkapnya.
Secara teknis, rangkaian kegiatan Learning Factory meliputi tahapan utama dalam budidaya kelapa sawit, yaitu persiapan lahan (land preparation), pembibitan, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM), hingga kegiatan panen.
“Melalui tahapan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai sistem dan alur kerja perkebunan kelapa sawit secara komprehensif,” jelas Theo yang karib disapa Theofilus.
Bagi mahasiswa Program Studi Diploma 2 Teknik Pengolahan Kelapa Sawit, kegiatan Learning Factory dilengkapi dengan materi tambahan berupa pengenalan dan praktik pengolahan kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO).
Meskipun memiliki fokus pada aspek pengolahan, mahasiswa D2 tetap dikenalkan dengan kegiatan kebun guna membangun keterkaitan yang utuh antara proses budidaya dan pengolahan hasil. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami rantai produksi kelapa sawit secara terintegrasi.
Selanjutnya, Theo menegaskan bahwa pelaksanaan Learning Factory tahun ini bertujuan untuk menyiapkan taruna andalan sawit yang memiliki pengetahuan teknis di bidang perkebunan kelapa sawit, kemampuan berpikir logis dan analitis, keterampilan kerja yang memadai, serta sikap dan karakter seorang mandor perkebunan kelapa sawit.
“Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memasuki dan beradaptasi dengan dunia kerja, khususnya pada sektor perkebunan dan industri kelapa sawit,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Learning Factory dilaksanakan dengan pendampingan dosen-dosen AKPY ‘STIPER’ yang berpengalaman dan kompeten di bidangnya. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pembinaan kedisiplinan mahasiswa oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang dilaksanakan secara terstruktur mulai dari apel pagi hingga apel sore.
Pembinaan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan etos kerja yang tinggi. Dengan demikian, kegiatan Learning Factory diharapkan mampu menghasilkan lulusan AKPY ‘STIPER’ yang unggul secara kompetensi teknis sekaligus memiliki karakter dan sikap profesional sesuai dengan kebutuhan dunia industri perkebunan.
Sumber : Sawit Indonesia