Hubungi Kami (0274) 5022 529 admin@akpy-stiper.ac.id

Learning Factory untuk Perdalam Materi dan Praktik Lapangan

27 Jan 2024
ADMIN
108

Ungaran, SAWIT INDONESIA – AKPY STIPER kembali adakan kegiatan Learning Factory yang wajib diikuti bagi mahasiswa – mahasiswinya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini dilaksanakan, di Kebun Pendidikan dan Pelatihan (KP2) INSTIPER, Ungaran – Jawa Tengah.


Di tahun ini, kegiatan Learning Factory diikuti 439 mahasiswa/i, namun dalam pelaksanaannya terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama diselenggarakan mulai 21 Januari – 2 Februari 2024 diikuti 154 mahasiswa, gelombang kedua pada 2 – 13 Februari 2024, diikuti 156 mahasiswa, gelombang ketiga 17 – 29 Februari 2024, diikuti 129 mahasiswa.


Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan, SP., MP., IPU mengatakan masih seperti tahun-tahun sebelumnya, praktik kerja lapangan atau istilah kami, Learning Factory (LF) diadakan sebagai upaya memperkuat kompetensi dalam budidaya tanaman kelapa sawit, bagi mahasiswa.


“Dalam pelaksanaan Learning Factory sejak awal dipraktikkan, kami menggunakan metode learning by doing. Kami melihat metode ini sangat efektif untuk menyampaikan dan memperkuat pemahaman materi,” kata Sri Gunawan, saat ditemui di lokasi kegiatan Learning Factory, pada Minggu (21 Januari 2024).


Kenapa metode ini cukup efektif, lanjutnya, mahasiswa selain mendapatkan materi, mahasiswa juga langsung praktik di lapangan (kebun). Jadi, objek yang dipelajari ada tidak hanya teori melainkan langsung praktik dari materi yang dipelajari. “Dan, dalam praktiknya (Learning Factory) menghadirkan instruktur (dosen dan praktisi) yang kemampuannya cukup baik untuk mentransfer knowlegde terkait budidaya tanaman kelapa sawit, sebagai bekal mahasiswa untuk magang di perusahaan perkebunan dan kelembagaan petani sawit (koperasi),” Sri Gunawan.


Adapun materi yang disampaikan pada mahasiswa pada kegiatan Learning Factory 2023 yaitu Persiapan Lahan, Pembibitan (Pre Nursery dan Main Nursery), pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), Tanaman Menghasilkan (TM), dan Panen. Materi-materi tersebut disampaikan pada shelter-shelter yang sudah disiapkan di kebun.

Dari informasi yang didapat redaksi sawitindonesia.com, yang menarik metode learning by doing (belajar dan melakukannya). Dalam realitasnya, metode learning by doing menunjukkan hasil lebih baik dari pada pembelajaran berbasis text book.


Proses pembelajaran dengan metode learning by doing, setiap pelakunya berhadapan langsung dengan obyek atau bidang kerjanya sekaligus memikirkan untuk mencari pemecahan masalah yang ditemui. Proses tanya jawab sambil bekerja bersama mentor atau instruktur lebih berpeluang bagi mahasiswa untuk mengadopsi nilai-nilai, metode dan pemikiran baru.


Sumber : Sawit Indonesia


Berita Terkini

© 2023 Copyright : AKPY-STIPER