Yogyakarta, SAWIT INDONESIA – Bulan Syawal menjadi momentum yang penuh makna bagi umat Muslim, termasuk di lingkungan perguruan tinggi, AKPY ‘STIPER’. Setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, civitas akademika AKPY ‘STIPER’ memanfaatkan momen Syawalan sebagai ajang mempererat silaturahim, membangun kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial di kampus.
Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY ‘STIPER’) mengemas kegiatan Syawalan 1447 Hijriah dalam bentuk halal bihalal yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Turut dihadiri perwakilan dari yayasan (YPKPY) yang menaungi AKPY ‘STIPER’ dan INSTIPER Yogyakarta, perwakilan dari INSTIPER Yogyakarta, serta mengundang mitra strategis termasuk tokoh masyarakat sekitar.
Acara tersebut menjadi ruang untuk saling memaafkan, melebur perbedaan, serta memperkuat hubungan yang harmonis antar seluruh elemen kampus dan lingkungan sekitar. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, nilai kebersamaan menjadi lebih terasa.
Direktur AKPY ‘STIPER’, Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, menyampaikan bahwa kegitana Syawalan menjadi agenda rutin yang diadakan setiap tahunnya pada momentum Hari Raya Idul Fitri.
“Di tahun ini, kami mengusung tema ‘Perkuat Silaturahim di Bulan yang Fitri’, dengan tujuan ingin memperat tali persaudaraan dengan civitas akademika, kerabat, mitra kerja, tokoh masyarakat dan pemilik kost para mahasiswa AKPY ‘STIPER’,” ujarnya, saat sambutan pada Sabtu (28 Maret 2026), di aula lantai II kampus AKPY ‘STIPER’.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari pimpinan perguruan tinggi. Selain itu, tausiyah atau ceramah agama menjadi bagian penting dalam kegiatan Syawalan, yang disampaikan oleh Ust. Darul Lalito Wistoro, BE, SE.
Pada kesempatan itu, Ust. Darul menekankan pentingnya meningkatkan kualitas keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan Syawal sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Yang yang tak kalah penting yakni meningkatkan keikhlasan, saling memberi manfaat, dan sinergi untuk mencapai tujuannya yang sama. Tak terkecuali di lingkungan perguruan tinggi (AKPY ‘STIPER’), berperan sesuai tanggung jawab dan terus koordinasi atau komunikasi untuk mencapai tujuan atau target,” ucapnya saat menyampaikan ceramah.
Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan Syawalan juga sering diisi dengan ramah tamah dan makan bersama. Momen ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan informal antar civitas akademika, menciptakan suasana kampus yang lebih akrab, inklusif, dan penuh kekeluargaan.
Melalui kegiatan Syawalan, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pembinaan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Semangat kebersamaan, saling menghargai, dan memperkuat silaturahmi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan lingkungan akademik yang harmonis dan produktif.
Dengan kegiatan Syawalan 1447 Hijriah AKPY ‘STIPER’ bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah momentum strategis untuk memperkuat hubungan sosial dan spiritual seluruh civitas akademika dalam mendukung terciptanya budaya kampus yang positif dan berintegritas.
Sumber : Sawit Indonesia