Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — AKPY STIPER mencatat capaian tinggi dalam penyerapan lulusan. Sebanyak 93 persen mahasiswa Program Diploma 1 (prodi pembibitan dan pemeliharaan) angkatan X Tahun Akademik 2025-2026 yang akan menjalani magang telah di-inden atau dipastikan direkrut oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Direktur AKPY STIPER, Dr. Sri Gunawan, SP., MP., menyebut capaian tersebut menjadi bukti kuat tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di industri sawit sekaligus keberhasilan pendidikan vokasi yang dijalankan AKPY.
“Sejatinya adik-adik (mahasiswa) yang berangkat ini nanti 93 persen sudah diinden oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit. Yang 7 persen alhamdulillah juga sudah mendapatkan lokasi magang. Insyaallah nanti juga akan langsung bekerja di perusahaan tempat magang itu,” ujarnya dalam acara ‘Pelepasan Magang dan Penempatan Kerja’ (Inagurasi AKPY STIPER 2026) di kampus AKPY STIPER Yogyakarta, pada Jum’at (22 Mei 2026).
Sebanyak 538 mahasiswa D1 AKPY STIPER tahun akademik 2025–2026 akan diberangkatkan ke berbagai perusahaan sawit di luar Jawa untuk menjalani program magang selama tiga bulan yang dilanjutkan dengan on the job training (OJT) dan penempatan kerja. Sesuai jadwal agenda keberangkatan magang secara bertahap.
Bahkan, menurut Dr. Sri Gunawan, mahasiswa tidak lagi kembali ke kampus setelah magang karena proses wisuda direncanakan dilakukan secara daring dari lokasi kerja masing-masing.
“Mahasiswa ini nanti akan magang selama tiga bulan dan sekaligus langsung bekerja di perusahaan tempat adik-adik (mahasiswa) itu magang. Mahasiswa ini nanti tidak akan balik lagi ke Yogyakarta karena nanti wisuda dilakukan secara online dari tempat (magang) masing-masing,” katanya.
Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Dr. Iim Muharam,SP, MP, menilai tingginya serapan kerja mahasiswa AKPY STIPER menunjukkan besarnya potensi generasi muda dalam mendukung keberlanjutan industri sawit nasional.
“Ini luar biasa sekali. Kita optimis lah melihat tenaga-tenaga kerja, potensi-potensi anak anak muda kita luar biasa sekali untuk pengembangan sawit ke depannya yang yakin saya kita bisalah mampu mencapai, mempertahankan untuk produsen nomor satu terbesar, baik itu dari sisi hulunya maupun sampai ke hilir,” ujar Iim Muharam yang turut hadir pada acara Inagurasi AKPY STIPER 2026.
Ia juga mengapresiasi capaian 93 persen mahasiswa AKPY STIPER yang telah diinden perusahaan sebelum menyelesaikan masa magang.
“Kalau capaian untuk magang itu 93 persen, itu cukup bagus menurut saya. Kalau misalkan itu ya kalau bisa sih sampai 100 persen. Tapi kalau 93 persen itu sudah di atas angka yang sangat positif,” katanya.
Selanjutnya, Dr. Sri Gunawan menjelaskan, capaian serapan kerja tersebut merupakan hasil konsistensi AKPY STIPER sejak pertama kali mendapatkan kepercayaan program beasiswa sawit pada 2016. Saat itu AKPY menerima 200 mahasiswa dan terus menunjukkan tingkat penempatan kerja yang tinggi dari tahun ke tahun.
Pada tahun akademik 2025–2026, AKPY STIPER menerima 740 mahasiswa Diploma 1 dan 120 mahasiswa Diploma 2 melalui dukungan program pengembangan SDM sawit dari BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan.
Sebanyak 16 perusahaan sawit menjadi mitra penempatan magang dan kerja mahasiswa AKPY STIPER. Perusahaan dengan serapan terbesar antara lain PT Karyamas Plantation sebanyak 120 mahasiswa, PT Best Agro International 70 mahasiswa, PT Bumitama Gunajaya Agro 57 mahasiswa, dan PT Astra Agro Lestari sebanyak 50 mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa juga ditempatkan di sejumlah perusahaan lain seperti PT Sinarmas (Smart tbk) 40 mahasiswa, First Resources Kaltim 34 mahasiswa, PT Goodhope 30 mahasiswa, PT CBI 13 mahasiswa, Teladan Prima Agro 20 mahasiswa, PT Palma Serasih 4 mahasiswa, hingga PT Mentobi Karyatama Raya 11 mahasiswa, FAP Agri 21 mahasiswa, NSS Group 14 mahasiswa, PT MSAL 10 mahasiswa, Mukti Plantation 5 mahasiswa, PT Kayan 5 mahasiswa. “Magang lanjut OJT langsung kerja di perusahaan tersebut,” tegas Sri Gunawan.
Ia menambahkan, model pendidikan vokasi AKPY STIPER dirancang singkat namun fokus pada kebutuhan industri. Mahasiswa menjalani pendidikan selama sekitar delapan hingga sembilan bulan di kampus sebelum diterjunkan ke lapangan untuk magang dan uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan tingginya angka penyerapan kerja tersebut, AKPY STIPER menegaskan posisinya sebagai program vokasi sawit jenjang Diploma 1 yang mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor perkebunan kelapa sawit nasional.
Sumber : Sawit Indonesia